Tags

,

Osteoarthritis sudah lama dikenal sebagai kerusakan tulang rawan akibat proses aus. Pendapat ini mulai bergeser sejak penelitian molekular di awal tahun 90an berlangsung. Para peneliti menemukan adanya sel-sel peradangan yang terlibat dalam proses osteoarthritis itu sendiri.

Osteoarthritis dapat dipahami secara sederhana sebagai kerusakan tulang rawan. Pemahaman tentang kerusakan tulang rawan ini pada awalnya merupakan akibat proses aus – degeneratif. Terdapat 3 faktor risiko utama kerusakan tulang rawan ini yaitu overload joint (beban berlebihan pada sendi), joint incongruency (bentuk sendi yang tidak harmonis satu sisi dengan sisi lainnya) dan abnormalitas pada matrix sendi.

Overload joint dapat terjadi pada individu dengan beban berlebih, pekerja dengan aktivitas berat atau yang memerlukan repetisi terus menerus dan atlet. Joint incongruency dapat terjadi pasca trauma atau pasca operasi tulang – sendi lutut. Abnormalitas matrix dapat terjadi pada kelainan genetik atau keturunan.

Dalam perkembangannya para peneliti menemukan adanya keterlibatan sel-sel peradangan dalam proses osteoarthritis itu sendiri. Rusaknya tulang rawan akan menyebabkan “masuknya” serpihan tulang rawan tersebut ke dalam ruang sendi. Serpihan tersebut akan dikenal sebagai benda asing. Kondisi inilah yang merangsang munculnya sel-sel radang. Sel radang ini sendiri bila tidak segera dikontrol akan menyebabkan kerusakan tulang rawan lebih lanjut.

Prof. Francis Berembaum, Ketua Departemen Rheumatologi dari Universitas Pierre & Marie Curie University menyatakan sebuah hipotesis yang menarik. Reaksi oksidatif akan menyebabkan peradangan kadar rendah. Reaksi oksidatif ini dimediasi oleh jaringan lemak, kadar gula darah yang tinggi, kadar LDL yang tinggi serta proses penuaan sel itu sendiri akan merusak persendian. Rusaknya persendian akan memacu sel radang secara sistemik. Efek sistemik dari sel radang inilah yang diperkirakan dapat mencetus penyakit Alzheimer, stroke bahkan serangan jantung.

berenbaum

Secara umum, proses mekanis terlebih dahulu mencetus kerusakan tulang rawan. Perdebatan proses mekanis terlebih dahulu atau proses radang terlebih dahulu sebagai pencetus osteoarthritis dapat disikapi dengan lebih bijaksana dimana kedua hal ini bisa saja terjadi saling mendahului.

Sumber bacaan: Osteoarthritis as an inflammatory disease (osteoarthritis is not osteoarthrosis!) oleh F. Berenbaum
http://www.oarsijournal.com/article/S1063-4584(12)01025-4/pdf