Sindrom kaki gelisah atau Restless Legs Syndrome (RLS, Wittmaack–Ekbom syndrome) Di luar negeri sindrom ini sudah menjadi perhatian ditandai dengan adanya komunitas khusus, guideline nasional masing-masing negara, bahkan adanya organisasi khusus yang mewadahi penderita RLS.

Pertama kali mendengar sindrom ini mungkin kita akan membuat kita tersenyum geli. Tetapi tahukah Anda sebanyak 3-15% populasi menderita sindrom ini tanpa batasan usia. Banyak dari penderita terganggu tidurnya –insomnia– sehingga konsentrasi terganggu, produktivitas menurun, depresi dan berujung pada kualitas hidup yang menurun. Tidak jarang pasien mengkonsumsi obat tidur yang dijual bebas justru memperberat gejala.

Bila sudah terdiagnosa, penyakit ini dapat secara efektif diobati. Karena itu penting bagi kita untuk mengetahui apa sebenarnya penyakit ini.

Apakah RLS itu ?

RLS adalah gangguan yang ditAndai adanya sensasi tidak enak pada anggota tubuh yang akan membaik bila digerakkan. Sensasi tersebut dapat berupa kesemutan, sesuatu yang merayap, menusuk-nusuk, pegal atau rasa seperti ingin dipijat. Anggota tubuh tidak hanya terbatas pada kaki, tetapi juga bisa pada tangan dan batang tubuh. Gangguan ini memang tidak nyeri tetapi sangat mengganggu bila Anda sedang berusaha untuk tidur atau bahkan bisa membuat Anda terbangun dari tidur.

Apa penyebabnya?

Para ahli memperkirakan adanya gangguan pada sistem dopamin -semacam transmittersaraf- di otak. Dimana sistem tersebut dipengaruhi oleh kadar besi di dalam otak. Sehingga hipotesisnya menjadi penurunan kadar besi à gangguan sistem dopamin di otak à RLS. Bagaimanapun RLS dikaitkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:

  • Faktor primer:
    • Genetik -> Hampir 40% penderita RLS disebabkan oleh kelainan genetik
  • Faktor sekunder
    • Internal
      • Rendahnya kadar besi (feritin)
      • Varises
      • Kerusakan saraf akibat kencing manis atau gagal ginjal
      • Gangguan tiroid
      • Penyakit reumatik -autoimun-
      • Hamil (hilang setelah melahirkan)
    • Eksternal
      • Obat-obatan tertentu (obat darah tinggi, obat jantung, mual, demam, alergi dan depresi)
      • Alkohol dan kafein

Apakah mungkin saya menderita RLS?

Untuk mendiagnosa RLS penderita harus memenuhi  ke 4 gejala berikut:

  • Adanya desakan untuk menggerakkan anggota tubuh
  • Membaik dengan beraktivitas
  • Memburuk pada saat beristirahat
  • Memburuk pada saat malam

Bila ke empat gejala tersebut ada semua pada saya, apa yang harus saya lakukan?

  • Banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, asam folat dan vitamin B12.
  • Hindari rokok, alkohol, kopi dan semua yang mengandung kafein (teh, coklat, minuman ringan)
  • Olahraga aerobik (berjalan, berenang, senam aerobik) rutin 3 kali seminggu dengan intensitas sedang.
  • Alihkan dan fokuskan perhatian Anda pada aktivitas bila gejala mulai mengganggu
  • Berendam dengan air hangat
  • Rutin lakukan peregangan terutama sesudah jam makan malam atau sebelum tidur

Lakukan peregangan sebelum tidur

Bila semua anjuran tersebut sudah saya lakukan  tetapi gejala masih mengganggu, apa yang harus saya lakukan?

Segera konsultasi ke dokter dan komunikasikan semua obat-obatan yang rutin Anda konsumsi. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lainnya.  Pemeriksaan penunjang (laboratorium dan pencitraan) mungkin digunakan untuk mencari faktor sekunder yang tidak ditemukan melalui wawancara dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan-pemeriksaan lab tersebut akan disesuaikan secara individual.

Bila semua faktor sekunder telah disingkirkan dan tetap saja gejala masih ada, dokter akan memberikan obat. Jangan terkejut bila Anda membaca bahwa obat tersebut juga diindikasikan untuk penyakit Parkinson.

Sumber:

  1. http://emedicine.medscape.com/article/1188327-overview
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Restless_legs_syndrome
  3. www.rls.org
  4. http://www.uptodate.com/contents/restless-legs-syndrome
  5. http://www.cartoonstocks.com TIPS:

TIPS tambahan:

  1. Cobalah untuk berjalan-jalan selama 30 menit setelah makan malam.
  2. Gaya hidup sehat akan membantu kita menghindari penyakit

Mungkin Anda pernah mengalaminya?