Apakah osteoporosis itu?

Osteoporosis secara harafiah memiliki arti tulang keropos, suatu penyakit yang ditandai dengan penurunan kepadatan massa tulang sehingga rapuh dan mudah patah. Semakin keropos, tulang akan semakin mudah patah bahkan oleh trauma ringan seperti terjatuh dari tempat tidur atau terpeleset di kamar mandi. Yang menjadi masalah adalah penurunan kualitas tulang ini tidak bergejala dan bersifat progresif. Biasanya diketahui setelah terjadi patah tulang. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan tetapi dapat diobati. Dengan mengkombinasikan pengobatan dan perubahan gaya hidup, kita dapat menghindari kejadian patah tulang.

 Kiri: gambar tulang normal; kanan: gambar tulang keropos

Masyarakat pada umumnya memberikan perhatian lebih untuk penyakit kanker, jantung ataupun stroke; tetapi tidak untuk osteoporosis. Padahal penyakit ini tidak kalah penting dibanding penyakit yang lainnya. Berikut alasan mengapa sebaiknya kita juga memberikan perhatian terhadap penyakit ini:

  1. Angka kejadian sangat tinggi. Diperkirakan setiap 1 dari 2 wanita dan 1 dari 4 pria di atas 50 tahun akan mengalami patah tulang karena osteoporosis.
  2. Tidak bergejala. Kita tidak bisa merasakan tulang kita melemah sampai terjadi patah tulang. Lokasi tersering terjadinya patah tulang terletak di pergelangan tangan, tulang belakang dan tulang pinggul.
  3. Komplikasi serius. Diperkirakan 1 dari 5 pasien yang mengalami patah tulang pinggul MENINGGAL dalam 1 tahun disebabkan karena komplikasi patah tulang itu sendiri maupun komplikasi dari operasi yang dilakukan. Pasien yang bertahan hidup tidak jarang membutuhkan “home care” jangka panjang  juga keterbatasan fungsi, terisolasi dan depresi.

Patah tulang pinggul

4. Biaya mahal. Di Amerika Serikat, kejadian patah tulang yang disebabkan osteoporosis pada tahun 2005 mencapai 2 juta kasus dan menghabiskan biaya hampir US$ 19  milyar. Para ahli memperkirakan pada tahun 2025 mencapai 3 juta kasus dan menghabiskan US$ 25 milyar per tahunnya.

Bagaimana osteoporosis bisa terjadi?

Untuk memahami terjadinya osteoporosis sebaiknya kita memahami siklus normal tulang. Tulang adalah jaringan yang hidup dimana secara rutin sel-sel tulang yang mati digantikan dengan oleh sel-sel tulang baru. Dari lahir sampai dewasa muda, tubuh kita menghasilkan sel-sel tulang baru lebih banyak daripada yang mati sehingga terbentuklah sel yang padat dan kuat. Pada usia 20-25 tahun tulang mencapai puncak massa kepadatannya dan stabil bertahan. Sejak usia 40 tahun, sel-sel tulang yang mati lebih banyak daripada sel-sel tulang baru sehingga mulai terjadi penurunan kualitas tulang.

Sejak menopause, penurunan kadar estrogen pada wanita menyebabkan penurunan kepadatan massa tulang. Sama halnya pada laki-laki walaupun penurunannya lebih ringan. Menurut lembaga osteoporosis di Inggris, wanita beresiko terkena penyakit ini 4 kali lebih tinggi dibanding pria. Pada usia 80 tahun, wanita kehilangan 40% massa tulang dan pria 25% massa tulangnya. Walaupun angka kejadiannya semakin meningkat seiring dengan usia, osteoporosis bukanlah proses penuaan normal.

Tubuh memendek karena tulang belakang mengalami keretakan

Apakah saya beresiko terkena osteoporosis?
Anda beresiko terkena osteoporosis bila:

  • Wanita yang menopause sebelum usia 45 tahun oleh sebab apapun
  • Usia di atas 65 tahun
  • Riwayat patah tulang karena trauma ringan di atas usia 45 tahun
  • Riwayat keturunan osteoporosis
  • Tinggi badan menurun sampai 2.5 cm dan postur tubuh jadi lebih bungkuk dari sebelumnya
  • Kurus (BMI rendah)
  • Kebiasaan merokok atau minum alkohol
  • Jarang terpapar sinar matahari
  • Jarang berolahraga
  • Jarang mengkonsumsi produk susu atau sayuran hijau
  • Riwayat penyakit paru kronis, ginjal kronis, rheumatoid arthritis, gangguan tiroid & parathyroid, penyakit liver ataupun kanker
  • Rutin mengkonsumsi steroid, obat sulih hormon, obat tiroid, obat anti kejang dan obat-obatan yang menekan daya tahan tubuh.

Bagaimanakah cara pasti mendiagnosis osteopororosis?
Kita bisa mengetahui kepadatan massa tulang kita menggunakan DXA (Dual energy X-Ray Absorbtiometry), alat seperti foto Rontgen yang berguna untuk mendeteksi dan memonitor kekeroposan tulang. Konsultasikan lebih lanjut mengenai pemeriksaan ini dengan dokter Anda.

Kapan sebaiknya saya melakukan pemeriksaan ini?
Para ahli merekomendasikan setidaknya pemeriksaan ini dilakukan pada wanita di atas usia 65 tahun. Dengan alasan, wanita di usia ini mempunyai resiko tinggi terjadi osteoporosis. Pada kondisi tertentu, pemeriksaan dilakukan pada usia yang lebih muda. Contoh: penderita Rheumatoid Arthritis sebaiknya melakukan pemeriksaan ini pada saat pertama kali didiagnosa tanpa memandang usia.

Makanan dan minuman yang kaya kalsium dan vitamin D (produk susu, sayuran hijau, susu kedelai, ikan laut, minyak ikan, telur)

Bagaimana cara menjaga agar tulang saya sehat?

  • Konsumsi makanan tinggi kalsium seperti: susu, yoghurt dan sayuran hijau (lihat gambar)
  • Konsumsi makanan yang kaya vitamin D seperti susu dan ikan laut. (lihat gambar)
  • Berolahraga rutin (konsultasikan dengan dokter, olahraga apa yang cocok untuk Anda)
  • Hindari merokok dan minuman beralkohol
  • Berat badan ideal
  • Menghindari obat-obatan yang beresiko menyebabkan osteoporosis

Semua kebiasaan tersebut sebaiknya dilakukan sejak masih muda dengan tujuan supaya tubuh kita mencapai puncak kepadatan masa tulang secara maksimal sehingga kita akan memiliki “deposito” tulang ketika proses penurunan kualitas tulang terjadi.

Apakah saya perlu mengkonsumsi suplemen kalsium?
Bila kandungan kalsium dari apa yang Anda makan sehari-hari kurang dari kebutuhan harian (lihat tabel), Anda dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen kalsium. Pada usia di atas 50 tahun, dimana sel-sel tulang yang mati jauh lebih cepat daripada pembentukan sel-sel tulang baru, pemberian suplemen sangat dianjurkan. Penyerapan kalsium akan lebih optimal bila di kombinasi dengan vitamin D. Dosis harian yang dianjurkan pada usia di atas 50 tahun adalah: kalsium 1200 mg dan vitamin D 600-800 IU. Anda bisa membagi dosis harian kalsium menjadi 2-3 kali sehari untuk mengurangi mual.

Bila ternyata saya didiagnosis osteoporosis, apa yang harus saya lakukan?

  • Disiplin mengkonsumsi obat yang diresepkan dokter dan memperhatikan cara minum obat tersebut
  • Konsumsi kalsium dan vitamin D sesuai anjuran harian dan usahakan mencapai berat badan ideal
  • Komunikasikan ke dokter semua riwayat penyakit dan obat-obatan yang dikonsumsi dalam jangka panjang
  • Kontrol sesuai waktu yang ditentukan. Dokter akan memonitor perkembangan terapi dengan DXA secara berkala. Usahakan pemeriksaan DXA dilakukan dengan alat dan operator yang sama. Dokter juga mungkin menganjurkan pemeriksaan darah dan kencing.
  • Hindari rokok dan alkohol
  • Hindari mengangkat beban berat, gerakan membungkuk dan gerakan memutar batang tubuh
  • Hati-hati jangan sampai jatuh

Sumber:

http://www.arthritistoday.org/conditions/osteoporosis/index.php

http://www.uptodate.com/contents/patient-information-osteoporosis-the-basics

http://www.upstate.edu/nysopep/faq.php

http://www.arthritis.org/osteoporosis

http://www.nof.org/aboutosteoporosis

http://www.iofbonehealth.org/patients-public/about-osteoporosis/what-is-osteoporosis.html

http://www.healthcentral.com/osteoporosis