Di masa liburan lebaran ini, fenomena yang mungkin setiap tahun berulang adalah kerepotan akibat pembantu mudik. Banyak pekerjaan rumah yang mungkin tidak terbiasa terpaksa harus dikerjakan sendiri. Peningkatan aktivitas mendadak seperti ini beresiko menimbulkan resiko nyeri pinggang, nyeri lutut ataupun nyeri di kaki terutama di tumit. Mungkin tingginya angka pekerja kantoran yang ditinggal mudik pembantunya berbanding lurus dengan kejadian nyeri tersebut.
Nyeri tumit yang paling umum disebabkan oleh plantar fasciitis. Kondisi ini terjadi karena adanya microtrauma berulang pada struktur jaringan ikat penopang lengkungan kaki. Sehingga terjadi iritasi dan inflamasi yang menimbulkan nyeri. Masalah yang timbul akibat nyeri tumit ini adalah pasien berjalan dengan timpang atau hanya menginjakkan bagian depan kaki saja. Bila ini terjadi, titik tumpu berat badan tubuh akan berpindah bukan di tempat semestinya. Ujung-ujungnya timbul efek domino dimana lutut, panggul dan pungguh bawah beresiko mengalami cedera.
Plantar fascia sendiri sebenarnya adalah jaringan ikat di bagian bawah kaki yang berguna sebagai peredam kejut tubuh ketika menopang berat badan dan alat pengungkit yang membantu proses berjalan (windlass mechanism).
Pendapat umum di masyarakat tentang nyeri tumit adalah tulang tumbuh atau bone spur atau heel spur. Pendapat ini tidak bisa dikatakan benar. Setiap 1 dari 10 orang normal memiliki bone spur, tetapi hanya 1 dari 20 orang dengan nyeri tumit memiliki bone spur. Dari fakta ini penyembuhan plantar fasciitis bisa dilakukan tanpa mengobati atau membuang bone spur.
Plantar fasciitis lebih sering terkena pada wanita usia produktif; pada orang-orang yang banyak pekerjaannya berhubungan dengan berdiri-berjalan; peningkatan berat badan atau obesitas; peningkatan aktivitas sesaat; olahraga yang banyak lari dan lompat; berjalan atau berlari di atas permukaan tanah yang tidak rata; otot betis yang ketat; kaki rata atau sebaliknya kaki dengan lengkungan (arch support) yang tinggi.
Bentuk kaki yang tidak normal, adanya nyeri di tempat lain atau penurunan berat badan dan nafsu makan disertai nyeri di malam hari memerlukan evaluasi dokter lebih lanjut.
Pasien sering kali datang dengan keluhan nyeri di tumit sesudah beberapa langkah pertama setelah bangun pagi atau setelah tidak beraktivitas lama, nyeri kemudian hilang beberapa saat bila dipaksa berjalan terus dan kemudian nyeri akan timbul lagi setelah berjalan lebih jauh. Nyeri timbul bukan pada saat beraktivitas melainkan timbul sesudahnya.
Yang bisa dilakukan bila Anda mengalami nyeri tumit seperti ini adalah:
- Istirahat atau kurangi aktivitas berdiri-berjalan.
- Pemberian es di tumit yang nyeri; Anda bisa menggulirkan minuman kaleng dingin di atas kaki dengan tujuan mengurangi nyeri sekaligus peregangan kaki.

- Obat penghilang nyeri yang dijual bebas. Penggunaan di atas 2 minggu memerlukan pengawasan dokter.
- Gunakan alas kaki walaupun di rumah tetapi hindari penggunaan sandal jepit
- Heel pad (insole) –bantalan khusus di tumit yang dijual bebas.
- Pastikan alas kaki Anda beralas empuk dan jarak antara sol depan dan belakang tidak lebih dari 3cm saja.
Bila sudah tidak begitu nyeri sebaiknya dilakukan peregangan pada otot betis dan fascia (cara lihat gambar). Lakukan masing-masing 20 kali sehari 2 kali dengan setiap peregangan selama 20 detik. Anda bisa melakukan peregangan dimana saja dan kapan saja. Makin sering makin baik.
Peregangan otot betis. Kedua tangan bersandar di tembok dan usahakan lutut tetap lurus dan tumit menyentuh lantai seutuhnya.
Peregangan otot betis. Menggunakan media tangga. Anda juga bisa menggunakan handuk untuk membantu peregangan.
Plantar fascia stretching. Dorong jari-jari kaki ke arah atas menggunakan tangan.
Toe curls. Tekuk jari-jari kaki di ujung buku tebal atau tangga ke arah bawah kemudian luruskan kembali, ulangi selama 2 menit dan lakukan 2 kali sehari.
Bila Anda pergi ke dokter, akan dilakukan pemeriksaan fleksibilitas otot betis, lingkup gerak sendi pergelangan kaki, memastikan bukan penyakit reumatik dan keretakan tulang tumit. Mungkin dokter juga akan menganjurkan pemeriksaan rontgen dan mungkin juga USG bahkan MRI walaupun jarang.
Pengobatan dokter akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Penggunaan night splint, injeksi steroid atau rich platelet, penggunaan taping dan ESWT (extra corporeal shock wave therapy).
Bila dalam 12 bulan pengobatan konservatif tidak memberikan perbaikan, dokter mungkin menganjurkan dilakukannya pembedahan.
Cegah nyeri tumit dengan rutin melakukan peregangan betis dan kaki.
Semoga membantu.
Referensi:
- http://www.uptodate.com/contents/plantar-fasciitis-and-other-causes-of-heel-and-sole-pain?source=search_result&selectedTitle=1~15#H3
- http://emedicine.medscape.com/article/827468
- http://orthoinfo.aaos.org/topic.cfm?topic=a00149
- http://emedicine.medscape.com/article/86143
Diakses pada tanggal 30 Agustus 2011.

Tq for share this info, its helpfully me to give an advise for my mom feet trouble
Sama-sama bu. Semoga berguna. Usahakan jangan pakai sandal jepit walau di rumah ya. Tapi gunakan sandal yg cushionnya seempuk sandal jepit tapi alasnya kaku.
Kalau di zaman dulu sandal yg merk Necker**n itu recommended (mgkn yg merk lebih mahal Sch*ll atau BIerkenst*ck) pastikan ibu juga tidak mengidap kencing manis, bila iya, kontrol ke dokter dan pastikan gulanya terkontrol.
Terima kasih atas infonya…..saya mengalami nyeri tumit dan sudah kedokter umum diberikan obat anti nyeri, tapi saran dokter saya harus tes darah utk lihat kolesterol, asam urat & diabetes, jika saya mengidap salah satu penyakit tsb, apakah peregangan diatas tetap saya lakukan? dan bersifat aman? mohon infonya
Terima kasih
Aman bu. Kecuali ibu ada gangguan peredaran darah di ujung kaki, sebaiknya diperiksa dokter dahulu.
Terimakasih atas infonya.. Saya merupakan penderita plantar fascitis.. Saya mau tanya, obat apakah yang seharusnya saya konsumsi untuk menyembuhkan plantar fascitis saya?
Terima kasih atas kunjungan dan responnya. Obat penghilang nyeri itu sifatnya cocok2an bu, saran saya coba kontrol ke dokter terdekat untuk peresepannya. Akan lebih baik bila Ibu Eva juga melakukan modifikasi gaya hidup seperti penggunaan sepatu yang baik, olahraga teratur (jalan pagi atau sore), dan latihan2 yang saya anjurkan di atas. Bila sudah dilakukan semua tetapi masih sakit, saya sarankan Ibu kontrol ke dokter. Baik ke dokter umum, rehabilitasi (Sp.KFR) ataupun dokter bedah tulang. Tidak jarang dokter penyakit dalam bagian reumatologi juga menangani kasus ini.
Salah satu kelebihan dari dokter rehabilitasi adalah tidak menggunakan obat2an yang diminum tetapi dengan menggunakan peralatan seperti ultra sound, laser, penggunaan alat koreksi kaki dan masih banyak lagi.
Semoga berguna.
Salam sejahtera,
Ray
Apa mungkin penyakit ini terjadi pada lelaki yg berumur sekitar 31-35 tahun , apa menggunakan sepeda sebagai alat transportasi sehari” bisa membuat penyakit ini meradang
Terima kasih telah berkunjung ke blog saya Pak. Bisa saja terjadi pada pengguna sepeda, apalagi bila sering melalui rute jalan yang berbukit.
Salah satu penyebab nyeri tumit disebabkan oleh otot betis yang kelenturannya berkurang. Sebelum lebih jauh, apakah nyeri tumit yang Bapak rasakan sama persis dengan yang saya uraikan di atas (nyeri di bagian bawah tumit, pangkal dari kaki) ataukah nyerinya di tumit bagian belakang?
Pengguna sepeda lebih rentan mengalami peradangan pada tempat melekatnya otot betis (achiles tendinitis) daripada plantar fasciitis yang saya uraikan di atas.
Sebaiknya sebelum dan sesudah bersepeda, lakukan peregangan otot betis seperti pada gambar no 4 dan 5 di artikel ini.
Saya senang mendengar masih ada orang yang mau menggunakan sepeda sebagai alat transportasi sehari-hari. Jantung dan lutut Bapak pasti bahagia karena akan jarang sakit di masa mendatang. Meskipun begitu, mohon hati-hati karena lalu lintas kita terkadang susah diprediksi.
Semoga berguna.
siangg dok..saya rosa, umur 30 thn, saya sangat aktiv berolahraga …jogging, lari,dan aerobik..krn dulu sy sempat berlebi berat badan ..sampai saya mengalami penurunan hampir 30kg, intensitas olahraga saya cukup tinggi terutama yg benturan tinggi, kadang tdk mengunakan alas kaki..thn 2010 lalu telapak kaki saya nyeri, dan keluar nodul2 merah di betis dan sangat nyeri..akir nya sy bawa ke dokter kulit,dokter mengatakan sy kelelahan …dan memberi obat untuk istirahat total, akirnya keluhan itu sembuh..tahun 2012 ini gejala itu kambuh lagi, keluar merah2 di betis lalu sy bw ke dokter, skrg gejala merah2 nya sudah berkurang, tp nyeri di telapak kaki saya msh ada…terutama saat bangun tidur, dan ketika beraktivitas gambang lelah ( hanya bagian kaki telapak sampai lutut ) tidak dgn tubuh lain…terakir sy berobat ke dokter kulit krn ada gejala merah2 di betis…dan dokter mengatakan kelelahan…dok..terapi atau perawatan apa yg harus saya lakukan ya? olahraga apa yg cocok buat saya? saya sudah periksa darah minum obat asam urat dll..krn prediksi di dokter umum pd awalnya demikian, tapi tetep saja…makasih bnyk dokter…
Halo Ibu Rosa, terima kasih telah berkunjung di blog saya.
Olahraga benturan tinggi maksudnya olahraga full body contact?
Apakah nyerinya pada saat melangkah untuk 30 menit pertama setelah bangun tidur atau di tempat tidur pun tumit sudah nyeri?
Karena saya tidak melihat sendiri, saya tidak dapat memastikan adakah hubungan antara nyeri tumit dengan kelainan di kulit Ibu Rosa.
Terapi latihan yang bisa dilakukan ada di artikel saya di atas.
Olahraga yang saya anjurkan: bersepeda tetapi jangan lupa pemanasan sebelum latihan dan pendinginan setelah selesai bersepeda.
Anjuran lain: gunakan sandal yang alasnya cukup tebal tetapi cushion (insole)nya empuk seperti sandal model Birkenstock. Dengan tujuan mencegah peregangan jaringan lunak di kaki yang akan memperparah nyeri.
Hindari sepatu dengan hak yang lebih tinggi dari 3 cm.
Semoga berguna.
saya mau tanya,kalau plantar fascitis ini dengan terapi ESWT bisa sembuh?karna 1 tahun belakangan ini nyeri di tumit saya sudah semakin parah.saya juga sudah pernah pengobatan dengan di suntik, malah sampai 3 kali.tapi belum 6 bulan nyerinya sudah kembali lagi.makanya saya mau mencoba terapi ESWT. mohon informasinya.
terima kasih
Halo, salam kenal Ibu Nana.
Sebelum Ibu mencoba ESWT, adakah faktor-faktor yang mencetus timbulnya plantar fasciitis (PF)? Semisal kebiasaan menggunakan alas kaki tipis atau sebaliknya hak tinggi?
ESWT mungkin dapat mengurangi gejala, tetapi dalam jangka panjang, kekambuhan PF ini akan sangat bergantung pada kebiasaan hidup sehari-hari Ibu. Terkecuali ada kelainan bentuk kaki atau kelainan lain yang harus dilihat secara langsung oleh dokter.
Harapan saya dan mungkin ahli kesehatan lainnya, pasien tidak hanya berobat dan menghilangkan gejalanya saja, tetapi juga mengerti apa penyebab penyakit itu sehingga mau mentaati pesan dokter dan mencegah kekambuhan penyakit.
Semoga berguna.
Halo Dok,
Terima kasih untuk penjelasannya yg sangat lengkap..
Sepertinya saya menderita penyakit ini.. Saya juga tidak tahu penyebabnya apa, tiba-tiba saja tumit kiri saya sakit padahal melakukan aktifitas biasa, sampai dengan hari ini (hampir setahun). Sangat mengganggu sekali.
Saya juga beli insole di ace hardware (merek nya saya lupa), tapi tidak begitu membantu. Bolehkah saya melakukan perenggangan ketika tumit nyeri?
Thks
Terima kasih atas pertanyaannya.
Semakin bertambah usia, tingkat kelenturan jaringan ikat di tubuh kita berkurang Pak Yoky, tidak heran bila tanpa ada perubahan aktivitas pun kita bisa mengalami penyakit seperti plantar fasciitis.
Bila sedang nyeri, peregangan tumit tidak dianjurkan. Peregangan baik tumit dan betis lebih baik menunggu setelah nyeri mereda Pak.
Semoga berguna.
Terima kasih telah berkunjung ke blog saya.
Masalahnya saya masih tergolong muda pak (26 thn),hihihi.. oh jadi tidak boleh melakukan peregangan ya ketika nyeri? ok2..
Btw, ada yg menarik disini.. “.. tetapi hindari penggunaan sandal jepit.” alasannya apa ya pak?
Btw, saya jg ingin mengumpulkan info mengenai plantar fasciitis ini dalam blog saya. Semoga bermanfaat juga.
ho ho ho ho masih muda ya … jadi berasa tua nih LOL.
Terima kasih telah membaca tulisan saya dengan detil.
Ketika kita menggunakan sandal jepit pada umumnya, fasia plantaris kita justru semakin teregang.
Padahal pada kasus ini fasianya mengalami robekan-robekan mikro. Kalo diregang justru robekan malah makin parah.
Sayangnya pendapat di masyarakat, ketika mengalami nyeri tumit lebih memilih menggunakan alas tipis nan lentur sejenis sandal Cr*cs. Perhatiin aja
Pertanyaan selanjutnya biasanya: Kalau begitu alas kaki yang direkomendasikan apa?
Saya merekomendasikan jenis alas kaki dengan sol bagian tumit dan sol bagian depan memiliki selisih 3cm, tidak lebih tidak kurang. Meminimalisasi regangan pada fasia.
Insole harus empuk, bila tidak empuk dapat menggunakan sisipan sepatu (menggunakan istilah Pak Yoky) yang dapat dibeli bebas.
Harus diperhatikan bahwa OUTSOLEnya TIDAK BOLEH lentur.
Biasanya sandal yang jenisnya seperti ini tidak uptodate desainnya.
Kalau merk … sejauh ini di kota saya ada merk Sch*ll. Merk lokal ada Neck*rmann / Homyp*d.
Semoga berguna pak Yoky.
Salam kenal.
Artikel yg menarik, krn tumit saya pun mulai mengalami nyeri. Jadi pasti informasi ini pasti sangat berguna. Bagaimana apabila dokter menyatakan bahwa pd tumit sdh ada tulang yg tumbuh. Apakah hny pembedahan sbg solusinya?
Terima kasih. Semoga Tuhan YME senantiasa membalas kebaikan dokter
Terima kasih atas pertanyaannya bu Dama, penyebab nyeri tumit itu bukanlah akibat tulang tumbuh, melainkan akibat adanya robekan-robekan kecil pada fascia plantaris (Ibu bisa lihat gambarnya di blog saya).
Ada penelitian observasional, yang menyatakan bahwa orang-orang yang memiliki osteofit, hanya SEBAGIAN KECIL saja yang mengalami nyeri tumit.
Jadi stigma tulang tumbuh, jalu di tumit bisa dikatakan kurang tepat.
Pengobatan harus disesuaikan dengan penyebabnya, pada kasus plantar fasciitis, pengangkatan osteofit tidak tepat bahkan akan mengurangi kekuatan otot kaki.
Terima kasih artikel nya sangat membantu, tapi kalo mau beli obat di apotik terkait sakit tumit tadi, merk obatnya apa ya? terima kasih untuk info nya.
Wassalam
susantidewiok.blogspot.com
Terima kasih telah berkunjung bu Santi, obat apakah yang dimaksud ya?
Kalau untuk anti nyeri, cocok-cocokan. Untuk amannya Ibu beli saja yang dijual bebas. Dalam 4 hari pemakaian bila tidak membaik sebaiknya ke dokter.
Salam kenal, Dok..
kalo boleh tolong di upload contoh gambar sepatu dan sendal yang baik bagi penderita PF ?..
Makasih..
Terima kasih telah berkunjung di blog saya pak,
Pertanyaan yang menarik pak Agus, mohon maaf untuk contoh sepatu saya tidak bisa mengupload.
Tapi sebagai patokan umum gunakan sepatu dengan insole yang empuk dan memiliki arch support.
Usahakan jarak antara sol sisi depan dan belakang tidak lebih dan tidak kurang dari 3 cm. Sol sepatu justru jangan terlalu lentur, saya pribadi prefer yang cenderung kaku, ini penting untuk menghindari overstretch dari plantar fascia.
Semoga berguna.
Hello Pak Dokter,
Tumit luar kiri dan kanan (bentuk U) sakit dan nyeri sekali. Memang aktivitas jalan yang saya lakukan cukup berat, 1 hari selama 9 jam berdiri dan berjalan, tanpa istirahat (maklum kerja lapangan). Saya membeli heel pad merek Sch**l, lumayan membantu. Tapi begitu jalan lama lagi, timbul lagi sakit nyeri nya.
Peregangan otot betis sering saya lakukan dengan cara jongkok (seperti huruf Z, alaskaki, betis kecil, dan Paha), dengan cara sudut betis di dorong/di tekan kedepan dengan sudut sekecil mungkin. Hal ini banyak membantu relaksasi otot betis saya.Bentuk kaki saya sedikit bentuk O, jadi tumpuan pada tumit U luar.
Dahulu alas kaki saya (pas di bawah tumit) sakit sekali selama 6 bulan. Gara garanya saya memakai alas kaki magnet. Pikir saya, ahhh.. itu mungkin hanya sakit permulaan karena beradaptasi. Tapi setelah 3 bulan baru berasa ada yang tidak beres. Bisa bayangkan injak kabel telpon saja, sakitnya luar biasa. Akhirnya saya tidak pakai lagi alas kaki magnet. setelah 3-4 bulan bersangsur pulih kembali. Dan tidak pernah kambuh selama 4 Tahun. Tapi yg sekarang saya alami tumit U luar saya sakitnya luarbiasa. Saya masih memakai heel pad SCH**L.
Pertanyaan:
1. Ada cara apa untuk merelaksasi tumit U saya. Kalau dipijit tradisional, bukannya mereda tapi makin sakit. Kalau ke dokter, harus dokter spesialis apa, dan di rumah sakit mana yang baik? Ini gejala penyakit apa? asam urat dan yang lainnya normal
2. Apakah cara jongkok seperti diatas diperbolehkan?
Terima kasih
Terima kasih telah berkunjung di blog saya pak Sukamto,
Tumit sisi luar yang nyeri pak, bukan sisi dalam?
Apakah terutama nyeri pada saat bangun pagi hari?
Berhubungan dengan jinjit?
Jawaban pertanyan untuk Bapak:
1. Tentu saja ke dokter Rehabilitasi Medik atau sekarang dikenal sebagai dokter Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi.
Kalau Bapak yakin nyerinya di sisi luar tumit kemungkinan besar itu achilles tendinitis (sayang saya belum sempat nulis).
Saya tidak berani menduga-duga penyakit bapak, apalagi mendiagnosis hanya via cerita tanpa memeriksa secara langsung.
Tergantung Bapak di kota mana
2. Tergantung penyakit yang mendasari pak. Tetapi bila kebiasaan itu dilakukan rutin sampai sekarang tetapi belum ada perbaikan kemungkinan tidak tepat.
Semoga berguna.
Pingback: Plantar Fasciitis – Penyembuhan dan Pencegahan « This is my blog, Lucky you!
selamat malam dok.
Saya ibu Purwanti dari karanganyar, saya sudah membaca artikel dari dokter.
dan itu persis seperti yg saya alami betahun2, saya sudah periksa ke dokter setiap 3 bulan sekali, setiap persiksa saya pasti disuntik di tumit kanan kiri.
Itu cuma berlangsung 3 bulan dan hanya berlangsung 3 bulan (selain minum obat).
Jadi saya per 3 bulan haru suntik dan minum obat, saya merasa jenuh, karena tidak ada kemajuan sedikitpun, sekarang penyakit itu menjalar ke lutut saya, yg mengakibatkan, bengkak dan sangat sakit sekali, ahkirnya saya kembali ke dokter itu, dan di lutu ada cairannya yg trus kemudian diambil.
Sesudah proses diambil, saya ahrus pake deker terus selamanya kata dokter itu,
sekarang saya minta saran dari dokter untuk terapi lutu saya, apabila yg tumit sudah saya lakukan seperti yg dokter diatas ajurkan.
Karena saya merasa mash neri di bagian lutu saya.
Mkasih yaa selama malam..
terima kasih telah berkunjung di blog saya.
dugaan sementara saya, bahwa kegiatan Ibu sehari-hari didominasi oleh aktivitas duduk – aktivitas di belakang meja?
Bagaimana dengan berat badan Ibu? Ideal kah?
penguatan paha dan kebiasaan sehari-hari sebaiknya menjadi perhatian.
http://pmrehab.wordpress.com/2011/04/20/cara-cerdas-untuk-sembuh-dan-cegah-nyeri-lutut/
dan
http://pmrehab.wordpress.com/2011/01/22/tips-tangkal-nyeri-lutut/
penanganan lutut ibu akan lebih baik bila ditangani oleh dokter rehabilitasi medik terdekat. Dokter akan menentukan tingkat keparahan, strategi pengobatan serta pencegahan supaya nyeri tidak kambuh dan supaya mencegah diperlukannya operasi.
Semoga berguna.
Salam Dok.
Ga nyangka ada info online tentang hal ini dok. Terima kasih banyak.
Saya pria, umur 34. Saat masih muda dulu saya aktif di Olah raga Tae Kwon Do bahkan punya prestasi nasional untuk itu. Setelah kerja, karena kesibukan kerja, olah raga (OR) tersebut semakin jarang dilakukan. Karena jarang lagi berolah raga berat saya naik dari 70 kg sampai 87 kg. Tinggi saya 172.
Kebetulan didepan dekat kantor ada lapangan yang cukup luas namun tidak rata dan berbatu kerikil. Karena jarang punya waktu saya sempatkan, setelah selesai ngantor jam 5an, bermain futsal bersama anak muda disitu.
Beberapa waktu kemudian tumit bagian bawah sakit sekali. Hanya untuk menaikan kaki dimobil harus dibantu dengan tangan. Syukur saat ini sakitnya sudah cukup berkurang walau belum hilang sama sekali.
Yang ingin saya tanyakan dok:
, dan ini yang mengganggu saya, menurut dokter tersebut proses terakhir adalah operasi tapi beliau mengatakan proses tersebut adalah mengambil jaringan yang kaku yang menyebabkan sakit. Setelah membaca blog dokter ini, apakah itu maksudnya otot plantar fascia itu? apa pengarunya kedepan pada fisik saya?
1. Disamping sakit yang dengan jelas telah dokter jelaskan, diatas tumit saya agak sedikit bengkak sementara sakit dibawah tumit sudah agak berkurang. Proses latihan untuk menurunkan bengkak disitu gimana ya dok sebab sakit disitu saat ini yang lebih menggangu dibanding dibawah tumit lagi?
2. Sakit saya ini sudah lebih dari setahun, Dok. Karena tidak tahu penyebabnya apa maka saya ketukang urut. Hasilnya sungguh mengerikan dok. Atas saran teman, saya coba konsultasi ke Dokter spesialis traumatologi dan baru jelas sakit seperti apa sakit saya tersebut. Saya kemudian diberi dexamethasone dan ketaprofen dengan tujuan mengurangi rasa sakit sambil melatih kaki ditangga seperti yang dokter tunjukan pada salah satu gambar diatas, Obatnya hanya 2 minggu saja. Alhamdulillah ada kemajuan. Kaki yang sebelah kanan sudah bisa ditekuk dan jauh lebih enak dibanding sebelum exercise. Saat bangun pagipun bisa langsung digunakan. Tidak seperti dulu harus perlahan dan perlu peragangan. Namun demikian masih terasa sakit sedikit dan kadang juga sakit terasa cukup menganggu. Apakah bisa sembuh sakit saya dok mengingat sakitnya sudah sangat lama?
3. Apak ada faktor genetika untuk sakit ini? Ibu saya pernah mengalami hal yang sama dan sudah sembuh dengan sendirinya dan butuh setahun lebih untuk sembuh.
4. Menurut dokter spesialis yang saya temui itu opsinya adalah saya berlatih dan juga melakukan fisioterapi dengan infrared yang agak tinggi intensitasnya dan exercise di klinik tersebut. Jika progress nya tidak meningkat akan disuntik tepat di tumit bawah tersebut dan jika juga tidak meningkat progress nya dilakukan proses bedah. Kapan saya harus putuskan untuk harus ke tahap bedah dok? Apakah disuntik tidak membawa efek lain ke tubuh sebab beberapa saat setelah sakit tersebut kira2 setahun lebih yang lalu saya diberi dexamethasone oleh seorang dokter untuk mengurangi sakit tersebut. Karena merasa dapat mengurangi sakit, obat tersebut saya terus konsumsi dalam jangka waktu lama (lebih dari 6 bulan). Hasilnya badan saya naik tidak terkendali. Seberapa berbahaya untuk tubuh saya dok? bagaimana mengilangkan pengaruhnya dari tubuh dok? saat ini berat saya sudah turun berkat nasi merah dok ke 77 kg.
5. Pertanyaan terakhir dok,
Semua yang dokter jelaskan diatas persis seperti yang saya alami selama ini termasuk sakit pinggah dsb bahkan sampai gejala ambeien karena kebanyakan duduk karena sakit kaki begitu berat mengangat beban bobot tubuh. Dengan obat tradisional alhamdulillah sudah hilang.
Maaf atas pertanyaannya bagitu banyak dan terima kasih banyak jawababannya.
Salam
Terima kasih telah berkunjung dan berbagi dengan pertanyaan yang diajukan.
1. Bapak bisa lakukan prosedur contrast bath di rumah. Rendam kaki yang bengkak pada –> air hangat 3 menit, air dingin 1 menit bergantian selama 4-5 kali per sesi. Lakukan pagi bangun tidur dan sore sebelum mandi. Air hangat suam kuku saja, air dingin sedingin air minum dispenser.
prognosis kesembuhan penyakit bergantung dari penyakit Bapak, kalau saya tidak tahu diagnosisnya, saya tidak tahu prognosisnya. Seandainya benar plantar fasciitis atau tendinitis achilles biasanya akan membaik bila faktor resiko dihilangkan dan komit untuk rajin berobat (+ latihan mandiri)
Pada saat bengkak, merupakan kondisi akut, exercise tidak dianjurkan.
Penyebab nyeri tumit yang ini berbeda dengan plantar fasciitis, kemungkinan achilles tendinitis (Bapak bisa google dulu, saya belum sempat menulis di blog saya).
Untuk diagnosis akan lebih baik Bapak cek ke dokter saja, baik dokter umum, atau spesialis rehabilitasi seperti saya atau spesialis bedah tulang.
2. Saya tidak memeriksa Bapak, mohon maaf saya tidak bisa meramal atau menerawang dari kejauhan (LOL)
3. Penyakit ini bisa saja faktor keturunan karena bisa saja plantar fasciitis atau tendinitis achilles merupakan manifestasi dari penyakit reumatik yang mendasari seperti ankylosis spondilitis. Karena itu bila sudah menahun alangkah baiknya Bapak ke dokter.
4. Batasan waktunya untuk maju ke tahap pembedahan tidak ada batasan tegasnya, hanya saja saya menggunakan patokan 6-12 bulan. Inipun masih bergantung dari tingkat keluhan – kemajuan pasien itu sendiri.
Saya pribadi tidak menyetujui penggunaan steroid dalam jangka panjang. Efek sampingnya akan hilang sendiri kok, jangan khawatir. Mulai sekarang hidup sehat, rajin olahraga, pemanasan dan pendinginan yang cukup WAJIB hukumnya! Minum susu berkalsium ya. Efek steroid yang saya takuti adalah osteoporosis.
5. Teknik operasinya bervariasi kok, sejauh yang saya tahu bukan diambil otot yang kaku tetapi justru dipanjangin (dirobek dikit terus dijahit).
Karena itu prinsip exercise nya adalah meregangkan plantar fascia setelah peradangan (baca: nyeri) hilang.
Semoga jawaban saya juga tidak kepanjangan dan menjadi jelas adanya.
Semoga berguna Pak.
Wah terima kasih dok, very quick response, many thanks for that.
Kalau tidak keberatan saya masih ada pertanyaan dok…:P
1.Setelah membaca blog ini, pulangnya saya langsung exercise peregangan otot betis seperti gambar diatas, dok. Hasilnya pagi hari agak sakit dok dari biasanya. Namun setelah dipakai jalan sesaat sudah mendingan. Apakah normal dok?
2. Saat kondisi akut tidak dianjurkan untuk exercise. Padalah setiap habis exercise besoknya akan bengkak, dok, dan akan turun dalam waktu 2-3 hari. Baiknya gimana, dok?
2. Dari penjelasan dokter diatas saya paham bahwa sebaiknya jangan gunakan sandal jepit, seperti yang juga ditanyakan sama mas Yoky pada komentar diatas. Menurut dokter, kalau belum sempat punya sandal seperti yang dokter jelaskan diatas, apakah lebih baik barefoot saja dibanding sandal jepit? Sebab saya punya sandal jepit untuk keperluan dalam rumah yang cukup empuk yang dulu pernah beli di toko Bata tapi jarang digunakan. Apakah tetap tidak boleh, dok? saya meresa nyaman sangat menggunakannya saat dirumah.
3. Gambar exercise pada tangga, seperti gambar diatas diatas, belum bisa saya lakukan dok, untuk kaki kanan. Sakitnya minta ampun. Bengkak dibelakang tumit atas yang masih mengganjal dengan sakitnya. Ada exercise yang bisa dilakukan selain gambar2 dokter diatas? Untuk bengkaknya akan saya coba mulai dengan terapi yang dokter sampaikan diatas sepulang kerja nanti,
4. Boleh tau dokter di kota mana? kliniknya dimana dok?
5. Terima kasih banyak, atas penjelasannya.
Salam,
1+2 Ya, gejala klasik Plantar Fasciitis. Sebelum latihan, rendam kaki sampai betis 10 menit. Setelah latihan selesai, rendam air dingin sedingin dispenser selama 5 menit. Pada saat tidur malam, tempelkan kaki di dipan hingga engkel membentuk sudut 90 derajat (boleh dibantu dengan diganjal bantal) –> PENTING!
3. Jangan dua-duanya. setidaknya sampai 6 bulan bebas nyeri.
4. Masih tugas di daerah pak
5. Sama-sama, semoga membantu.
Catatan: no 1 sedikit berbeda dengan contrast bath. jawaban no 1 ini dalam konteks sudah tidak nyeri dan tidak bengkak sama sekali dan bermaksud untuk latihan.
Contrast Bath dilakukan pada saat nyeri.
Trims tanggapanya ya, dok.
1. Maksudnya sampai posisi kaki tegak lurus ya, Dok?
?
2. Makdus saya daerah mana ya? kalau tau alamatnya mo coba konsul biar lebih mantap rasanya,
3. Aktif di social media dok? saya lihat twitter cuman ga yakin tuh….wkwkwk, di fb juga ga ada…
Anyway, trims banyak dok,
4. Oh ya, untuk yang sakit dibelakang tumit, dari hasil peneranwangan di google sesuai saran dokter
sepertinya emang achilles tendinitis. Dari beberapa link yang saya baca, misal di http://orthoinfo.aaos.org/topic.cfm?topic=a00147 dan http://orthopedics.about.com/cs/ankleproblems/a/achilles.htm penyebab dan gejalanya persis seperti yang saya alami. Saya ingat bebera saat setelah sakit, saya pikir hal itu hanya keseleo karenanya setelah mengkonsumsi obat penghilang nyeri saya paksakan tetap main futsal akhirnya terjadi, microscopic tears (cuman ngikut istilah di link itu saja,
). Kalau saya tetap menggunakannya dalam aktifitas sehari – hari lalu kapan sembuhnya ya, dok?
Terima kasih lagi…
Salam,
1. Ya, sampai tegak lurus, gunanya sebagai static stretching, banyak pasien yang cerita kalau pagi hari jadi tidak nyeri atau at least tidak senyeri biasanya.
, Bapak bisa ke senior saya dr. Umi, Sp.KFR di RSI Cempaka Putih.
2. Saya di luar Jakarta pak
3. @RayPos @ahlirehab … masih jarang nge tweet pak.
———————————————
4. plantar fasciitis pun juga microscopic tears pada plantar fascia, sayangnya banyak yang mem”fitnah” heel spur – tulang tumbuh – sebagai penyebabnya.
Dengan tata laksana rehab rutin achilles tendinits dan plantar fasciitis akan membaik dalam 3 bulan.
Ke depannya, pesan saya: saat berolahraga pemanasan dan pendinginan dahulu ya pak. Usia kita sudah di atas kepala 3, kelenturan dan kekuatan tubuh kita sudah tidak seperti dahulu lagi. Kasus Bapak (kalau memang benar diagnosanya itu) merupakan akibat dari berkurangnya kelenturan jaringan tubuh kita yang dipaksakan untuk beraktivitas berat. Ibarat karet yang lama tidak dipakai, getas … dan bila dipakai langsung resikonya putus.
Ada penjelasan lainnya mengenai mengapa terjadi tendinitis, tapi saya ceritakan di lain waktu saja ya.
Dokter rehabilitasi dapat memberikan pengobatan tanpa obat minum dalam artian penggunaan laser, ultrasound, shockwave, penggunaan orthotics dan exercise.
harapan saya bila nanti sudah berobat ke beliau atau dokter rehabilitasi yang dekat dengan daerah Bapak, bapak mau share di blog ini dan cerita mengenai perkembangan yang Bapak alami. Boleh?
Semoga berguna untuk Bapak dan pasien lainnya.
Terima kasih banyak, Dok, atas jawaban – jawabanya…
Dengan senag hati saya akan membaginya diblog ini, ngikutin thread ini jika saya sudah mulai terapi….
“….Kasus Bapak (kalau memang benar diagnosanya itu) merupakan akibat dari berkurangnya kelenturan jaringan tubuh kita yang dipaksakan untuk beraktivitas berat. Ibarat karet yang lama tidak dipakai, getas … dan bila dipakai langsung resikonya putus”.
Kalau diingat ingat penyebab sakit saya ini sepertinya memang demikian dan benar sekali penerawangan dokter. Saya ingat kerena sudah malas pemanasan langsung berlatih tae kwon do dan futsal padahal udah tua,
. Padahal dalam OR Tae Kwon Do sendiri warming up adalah hal yang paling utama bahkan setengah dari waktu latihannya adalah warming up/kelenturan….:(. Hal ini karena kebiasaan waktu latihan dulu, untuk melakukan warming up saya lebih memilih melakukan shadow sparring. Padahal itu dulu waktu masih muda…..:)
Oh ya, Dok, kalau Jogja atau Surabaya ada kolega juga? senior atau junior untuk spesialisasi yang sama? saya sangat berharap bisa terapi dan berobat secepatnya mengingat berbagai rencana – rencana kedepan yang tertunda dan tidak bisa dilakukan sesegera karena kendala ini.
Sayang karena hampir setahun ini info yang saya dapatkan kurang akurat dari mereka – mereka yang dipandang laing paham mengenai kasus kaki saya ini. Saya bahkan lupa sama sekali untuk googling, padahal tiap hari saya menggunakan internet dan sudah menjadi pervasif (kalau ga ada gelap dunia ini) sampai saya membaca blog ini. Many thanks for those, dok, in this blog and what have you been doing so far…:). Kalau saja semua dokter juga memanfaatkan media ini untuk share, bukankah kita bisa langsung ketemu dokter yang cocok dengan penyakit kita? jadi ga salah masuk keluar klinik lagi? hehehe…
Saat ini, dok, saya masih tetap melakukan exercise dirumah, dari gerakan – gerakan yang di share di blog ini dan juga gerakan – gerakan lainnya yang intinya untuk stretching otot plantar fasciitis itu kan? lalu setelah latihan, untuk mencegah bengkak yang berlebihan saya melakukan contrast bath juga pagi setelah bangun.
Saya berharap bisa secepatnya berkonsultasi secara langsung dan mendapatkan terapi dan pengobatan entah itu ultrashound, shockwave atau apa saja dok yang bisa mempercepat kesembuhan saya…
Untuk kaki yang sebelah kanan saya, saat ini bagian tumit atasnya (achilles tendonitis) terasa lebih mengganggu dibanding plantar fasciitis. Saya berharap juga bisa secepatnya tarapi dan mendapatkan pengobatan untuk itu.
Anda bisa konsultasi dengan DR. dr. Maya, Sp,KFR atau dr. Donny Gunawan di RSUD dr.Sutomo (Karangmenjangan). Saya juga merekomendasikan dr. Nario Gunawan Sp.OT di RS Adi Husada Undaan Wetan atau RS Mitra Keluarga Satelit bila memang membutuhkan second opinion.
Semoga cepat sembuh pak, segera berkarya kembali seoptimal mungkin.
Terima kasih atas pujiannya, semoga berguna untuk Bapak dan pasien lainnya.
Baik, Dok, terima kasih informasinya. Kalo dilihat di bagian reham medik,disitus http://rsudrsoetomo.jatimprov.go.id/id/index.php?option=com_content&view=article&id=445:smf-rehabilitasi-medik&catid=82:fasilitas&Itemid=69, saya ga ketemu namanya Dr.dr. Maya. KFR dan dr. Donny ya, mestinya mreak di bagian itu kan, Dok?
Lalu mestinya saya ke pelayanan/devisi mana, dok?
Sekali lagi terima kasih banyak….
DR. Dr. Damayanti Tinduh Sp.KFR (maaf saya kemarin ketik nama panggilannya beliau) semestinya ada.
Kalau dr. Donny Gunawan mungkin blm dimasukkan di internet.
Instalasi rehabilitasi Medik pak.
Semoa ketemu kali ini.
Ok dok, trims banyak. Sepertinya database RS Dr. Sutomo belum diupdate. Tadinya bingung sebab ada devisi pediatri, kardiatri, kardioospirasi dll….:D…
Trims banyak Dok,
See you around..
Malam dok, sangat bermanfaat artikelnya. Saya mau tanya nih dok, kondisi saya:
-2 tahun yg lalu di cek rontgen saya di diagnosa semi skoliosis, saya lupa berapa derajat tapi belum parah
-kaki saya datar
-usia 29 tahun, berat badan tidak ideal tapi tidak berlebih
-biasanya nyeri pada pinggang dan pinggul sebelah kiri (terlebih jika mengangkat barang yg berat)
-saya pernah menggunakan brace utk punggung tp tidak lama dan rutin <3 bulan
-utk mengurangi nyeri biasanya saya fisioterapi, kadang bisa 2-3x sebulan, awal2 seminggu sekali
-saya duduk saat kerja sering lama, berdiri seperlunya saja utk istirahat
-nyeri pinggang berkurang setelah berhenti naik motor
-olahraga saya hanya renang, dan minimal 1 bulan sekali, tapi sdh 3 bulan belakangan saya sama sekali tidak berolahraga. Maunya sih lari tapi tidak dibolehkan.
2 bulan yg lalu tiba2 tumit saya nyeri, terlebih setiap bangun pagi, selain itu pada betis saya juga timbul bercak2 merah (entah apakah ada kaitannya atau tidak). Sekarang saya mau coba praktekan dgn es dulu, karena nyerinya tidak berhenti. Tadinya hanya kaki kanan saja, sekarang ke kaki kiri. Saya berasumsi nyeri ini terjadi karena saya menggunakan transportasi umum seperti kereta/bis yg apabila penuh tidak berpegangan pun tidak akan jatuh (saking penuhnya hny bertumpu pada kaki, jadi badan saja yang bisa miring kesana kemari terdorong2).
Saya hanya mau tanya kalau di Jakarta Selatan apakah ada rekomendasi dokter spesialis yg bisa membantu saya dok? Saya berobat di RS Siaga, tapi merasa kurang cocok dgn dokternya (ortopedi kalau tidak salah).
Selain dgn es berarti tidak ada yg bs saya lakukan sendiri utk mengurangi nyerinya ya dok?
Mohon infonya.
Terima Kasih
Terima kasih Pak Fauzi telah berkunjung ke blog saya.
Mohon maaf saya kurang tahu dokter di JakSel.
Bapak bisa mencoba ke RSI Cempaka Putih dengan dr Umi, SpKFR.
Hi Dok,
very good blog
saya sudah setahunan terkena dengan plantar fasciitis, saya sudah beberapa kali ke dokter tapi hanya dilakukan pengobatan yang sama, hanya di beri obat.
kalau saya ingin periksa ke dokter lagi, sebaiknya ke specialist bagian apa yah dok, dan mungkin kalau ada rekomendasi khusus plantar fasciitis untuk wilayah jakarta.
terima kasih
ke dokter rehabilitasi medik, sekarang dikenal dengan dokter spesialis ilmu kedokteran fisik dan rehabilitasi. Nama spesialisnya agak susah yah –> terjemahan dari Physical Medicine and Rehabilitation ( nama resmi internasional ).
ibuk saya nyeri tumit , dan sakit kolestrol tinggi , apakah nyeri tumitnya itu ada hubungannya dengan kolestrolnya yaa?
Secara tidak langsung berhubungan.
Apalagi trigliserid.
Saya mengalami sakit tumit dan samping bwah mata kaki kiri,, sakit itu saya alami saat saya sdng bermain football,,
saat sya bwa ke dkter,, cma di kasih penghilng nyeri dan it tdk brpngaruh sdktpun,, tumit saya msh ttp skt,,cara peregangnpun sdh sya lakukn,, tpi msh blum brhasil,, ada g’ cara lain yg bsa nymbuhinny,,,
trims..
Waktunya berobat ke dokter rehabilitasi medik Mas Agus.
Belum tentu itu plantar fasciitis biasa. Dokter akan memastikan diagnosis di kaki Mas Agus. Dari diagnosa itu nanti pengobatan akan diberikan. Tidak sekedar obat anti nyeri saja, tetapi juga modalitas fisik lainnya yang merangsang penyembuhan serta latihan untuk mencegah kekambuhannya.
semoga berguna
infonya bermanfaat sekali. .sudah sekitar 2-3 bulan ini tumit belakang kaki kiri saya nyeri kalau berjalan..terutama setelah duduk atau tdk ada aktifitas. jalan saya sampai terpincang2. tapi setelah dibuat jalan lama nyerinya menghilang.lalu nanti muncul lg. cukup mengganggu. jd kalau ke dokter sy harus cari specialist rehabilitasi medik ya pak? tidak bisa dokter umum biasa? kalau dg reflexy gimana pak? makasih ya sebelumnya atas jawabannya..
Terima kasih telah berkunjung ke blog saya.
Dokter umum yang mendalami dunia rehabilitasi dapat memberikan pelayanan yang baik untuk pasien dengan plantar fasciitis.
Sebagai dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, penyakit ini merupakan standar kompetensi kami dalam memberikan penanganan yang menyeluruh dalam batasan non bedah.
Refleksi tidak saya anjurkan.
Semoga berguna Ibu Astri.
Halo dok, apa kabar? Semoga dokter selalu sehat dan diberi kemudahan untuk sharing pengetahuannya kepada lebih banyak orang…
Saya Ided yang pertanyaannya begitu banyak pada komentar2 diatas. Saya hanya ingin menyapa dan memberi info, dok, kalau sudah lebih dari1 (satu) minggu ini saya di Surabaya untuk mendapatkan penanganan atas ganguan fisik pada otot plantar, achilles, bursa dan juga mosculoskeletal (seandainya tulisan para dokter bisa lebih jelas tentu saya bisa menulisnya dengan benar nama nama latin tsb
). Dan alahmdulillah, dok, hasilnya sangat posisif.
Terima kasih telah menyarankan saya ketemu Dr. dr. Damayanti, Sp.RM yanga sangat kompeten dan kapabel serta begitu baik dan pengertian (diawal konsultasi saya pernah lupa membawa cash saat berkonsultasi dan beliau meminjamkannya sebab kaki saya akan sangat sakit kalau harus berjalan ke ATM) dalam penanganan keluhan keluhan saya. Atas rekomendasi beliau sy juga bertemu dr. Paulus Rahardjo, spRad(K) di RSHU untuk USG, yang selama ini pemahaman saya kalau USG hanya untuk ibu ibu hamil
dan juga dr . Andre T. Desnantyo, SpOT di RSAH untuk konsultasi sebab dari hasil USG ada deformity dibagian belakang tumit kanan. Saat ini saya sedang ngantri di bagian orthopedi untuk ketemu dr. Andre sambil menulis ini.
Barangkali uuntuk saat ini hanya ini hanya bisa saya tulis, dok, sebab antrian berikutnya saya. Seperti yang sudah sempat saya sampaikan bahwa saya akan sharing secara keseluruhan proses terapi, diagnosa dll saat proses penyembuahan ini dianggap cukup.
Regards,
Terima kasih, ditunggu update nya
Hallo Dok,
Saya sudah terkena plantar fasciitis ini sudah setahun, dan semakin kesini semakin sakit. Saya sudah beberapa kali ke dokter bagian syaraf tapi hanya diberi obat. Dan dari yang saya baca2 di internet baik lokal maupun luar, kalau penyakit ini tidak bisa disembuhkan, bisanya hanya di cegah dengan melakukan latihan dan menggunakan sepatu khusus.
1. apakah sebenarnya penyakit ini bisa disembuhkan secara total?
2. 3 bulan yang lalu Ibu saya juga mengeluh kesakitan, apakah ini mengalami faktor keturunan ?
Thanks banget Dok atas informasinya
Hallo mas Reza, terima kasih telah berkunjung di blog saya.
Menjawab pertanyaan mas Reza:
1. Plantar fasciitis ini merupakan penyakit akibat pemakaian-bentuk kaki serta kelenturan jaringan ikat. Jelas setiap orang memiliki faktor yang berbeda-beda bukan? Nah, PF juga bukan penyakit infeksi yang pada umumnya dalam satu sesi pengobatan langsung sembuh. Penyakit ini hanya bisa dicegah kekambuhannya. Karena itu kepatuhan terhadap saran dokter, rajin latihan dan peregangan akan mencegah kekambuhannya.
Saran: jangan bertelanjang kaki kalau di rumah. Gunakan sandal dengan alas keras tetapi bantalan empuk, bisa dibaca di tulisan saya di atas
2. Bisa saja mas Reza memiliki bentuk kaki atau kebiasaan yang sama dengan Ibunda sehingga rentan mengalami plantar fasciitis.
Akan lebih baik bila mas Reza berkonsultasi juga dengan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi … Bila spesialis ini tidak ada di daerah mas Reza dapat juga ke dokter spesialis bedah tulang atau ke penyakit dalam sub bagian rheumatologi.
Semoga berguna.
2 thn yg lalu saya mengalami nyeri tumit slm 6bln lalu saya periksa ke dan dokter mengatakan kemungkinan osteoartritis yg biasa dialami org usia lanjut sdg saya blm ada 40th. Saya pun diberi glukosamin bubuk dan disarankan menginjak pepaya mengkal yg dipanaskan ttp sakitnya tdk hilang, tp dokter jg menyarankan memakai alas kaki yg sesuai fungsi. Lalu saya ikut yoga dan ternyata sakitnya hilang. Jd latihan perrgangan betis itu benar2 menyembuhkan sakit tumit saya. Saya lega sekali ternyata saya tdk osteoartritis.
terima kasih sharingnya semoga berguna juga untuk pembaca lainnya.
Selamat Sore Dokter,
Informasi yg saya baca dari blog doketer sungguh sangat bermanfaat terutama bagi saya yg sudah lama menderita PF namun baru sekarang mengetahui, selama ini kami menduga bahwa saya kena asam urat.
Belum lama ini PF saya kambuh kemudian saya konsultasi kedokter langganan (dr umum) dengan membawa print out blog dokter tsb, namun dokter menyuruh saya untuk tes lab (gula darah, asam urat dan kolesterol) dan hasil lab memang asam urat saya 1.3 diatas batas normal wanita dewasa (batas normal wanita dewasa 3-6mg/dl dan saya 7.3) sementara kolesterol LDL batas normalnya adalah <150mg/dl, sementara LDL saya adalah 153mg/dl dan kolesterol total yg seharusnya normal itu 150-220mg/dl, saya 224mg/dl, Sehingga dokterpun memberikan obat penurun asam urat+kolesterol+obat untuk melemaskan syaraf, dll (total obat ada 5 macam).
Yang ingin saya tanyakan, apakah ada hubungannya PF dengan asam urat ya dok? karena berdasarkan uraian dokter dalam blog diatas, saya yakin benar bahwa saya terkena Plantar Fasciitis.
Atas perhatian dan penjelasan dokter, saya sampaikan terimakasih banyak.
Wassalam,
Yuni-Bintaro Tangerang
Terima kasih, tulisan saya ini merupakan informasi umum Ibu Yuni, pemeriksaan dokter yang melihat langsung kasus Ibu pastinya jauh lebih objektif.
Terima kasih telah berbagi.
Halo dok,
Terimakasih byk atas share infonya, ini yg saya cari2 ..
Saya eki, 26th, pria. Sudah 4 bulan belakangan ini tumit bawah saya sering nyeri setelah aktivitas olahraga, kebetulan saya rutin lari pagi (2hari sekali), futsal, dan bola.
Untung saja sy belum sempat beli cr*cs, karena saya pikir itu lebih baik utk penyembuhan saya, hehe.
Saya akan coba segala macam saran dokter, dan akan mencari alas kaki yg lebih baik, soalnya selama ini kalau di kantor sering pake sendal jepit dan kalau di rumah tanpa alas kaki.
Akan saya coba update perkembangan tumit saya di sini. Btw dok, apakah ada saran utk dokter yg bs saya temui di Pontianak? Hehe
Thanks alot dok
Terima kasih atas kunjungannya, semestinya ada dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi di Pontianak. Bapak bisa coba ke RS Sudarso (kalo ga salah ingat ya pak) atau ke RS Antonius?
dok, betis saya terasa sakit sekali pas ngelakukan contoh dari dokter.. tapi setelah itu permasalahan tumit saya sedikit berkurang nyerinya..
kira2 hipotesa dokter apa ya? oiya, saya sudah mulai minum anl*ne
Sebelum melakukan gerakan2 yg disebutkan, dpt dicoba kompres atau rendam air hangat terlebih dahulu selama 10mnt.
setelah saya cek lagi, ternyata yang sakit ngilu itu kaki kiri bagian luar,, jadi bukan tepat di tumit bawah .. mudah2an bukan termasuk penyakit yg disebut di artikel ini ya dok
Reblogged this on Celotehan.
Saya seorang ibu berusia 40th.5 bulan yang lalu, saya menderita sakit pada tumit bag bawah di kaki kiri.juga lutut terasa nyeri.padahal rumah kami tidak lepasdaritangga.dulu seqaktu masih kerja,selalu pakai sepatu berhak tinggi.sekarang pakainya yang rata.saya juga paling hoby olah raga.setelah kira kira 1tahun tidak olah raga dan hoby makan,badan saya melar.sekarang saya mulai rajin olah raga,tapi akhirnya timbul nyeri itu dok.saya terus kedokter spesialis penyakit dalam dan disuntik tumit aaya yang sakit itu.kaki jadi enakan.tapi belum ada3bulan,karena olah raga agak berat setiap minggu yaitujalan kaki kira kira 7 km dan senam,tumit saya kembali sakit.minggu inipun saya habis olah raga dan sekarang sakit lagi.yang mau saya tanyakan,kalau sayapakai treadmill apakah harus memakai sepatu? Terimaka kasih infonya dok. Nurul di semarang
Halo Ibu Nurul,
Ibu wajib menggunakan sepatu olahraga lari yang insole nya empuk tapi outsole nya keras (firm). jangan gunakan sepatu capung/badminton atau sepatu kungfu untuk berlari
gunakan sepatu khusus lari.
jangan lupa pemanasan, peregangan dan pendinginan ya
mau nanya nich dok…
saya habis oprasi rupture tendon achilles
setelah oprasi kaki di gip istirahat selama 6 minggu
nich bru dibuka, trus kok tumit jadi nyeri ya….kenapa tuh dok…..
biasanya klau setelah oprasi tendon achilles…apa yang harus dilakukan tuh buat ngembaliin kok rasanya tetep ada yg ganjel waktu buat nekuk dikit kakinya….
makasih…..
Pak Sofyan kok bisa ruptur achilles kenapa?
Olahragawan? baru2 ini atlet favorit saya juga ruptur … Kobe Bryant.
mengurangi nyeri pasca operasi achilles bisa dilakukan oleh tim rehabilitasi medik menggunakan modalitas fisik pak.
Bapak bisa berkunjung ke klinik rehab terdekat di kota Bapak.
kata “mengembalikan” fungsi menjadi salah satu filosofi kami dalam menangani pasien.
target kami adalah:
1. mengatasi nyeri
2. lingkup gerak sendi penuh bebas nyeri (pergelangan kaki)
3. penguatan otot pergelangan kaki dan betis bawah.
4. latihan proprioseptif (bahasa awamnya: keseimbangan)
5. gerakan spesifik (khusus atlet)
semoga berguna.
Selamat sore dok,
Saya senang ada yg membahas tentang plantar fasciitis (PF).
Saya seorang ibu yang baru mempunyai anak 1, saya bekerja, sebelumnya saya pernah vakum bekerja, untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak.
Sudah hamipr 1th lebih saya merasakan nyeri pada tumit persis sesuai dengan tulisan dokter, ketika bangun tidur pagi atau ketika sehabis duduk lama, atau istirahat lama, atau jalan dan berdiri terlalu lama, saya tidak berani minum obat atau urut, karena takut berdampak tidak baik.
Saya penasaran dengan penyakit saya, berhubung saya takut ke dokter/RS, saya melakukan tes darah di apotik yg menyediakan jasa tes darah sesaat. hasilnya, gula darah, asam urat normal, tetapi trigliserid saya tinggi 230.
Yang saya ingin tanyakan :
1. Apakah trigliserid berpengaruh terhadap plantar fasciitis, padahal saya sudah minum obat kolestero dan pengurang rasa nyeri (asam afemanat).
2. Kadang saya menempel “KOYO” pada tumit bawah saya, untuk mengurangi rasa sakit, apakah “koyo” tersebut baik digunakan atau tidak.
Terima kasih sebelumnya dok…
1. berpengaruh bu
trigliserid menurunkan ambang rasa nyeri. Ayo kontrol ke dokter, biar dokter yang menangani Ibu memberikan edukasi dan pengobatan yang tepat, serta target berat badan yang harus dicapai.
2. monggo, jangan lupakan dan kalau perlu digaris bawahi: