Di masa liburan lebaran ini, fenomena yang mungkin setiap tahun berulang adalah kerepotan akibat pembantu mudik. Banyak pekerjaan rumah yang mungkin tidak terbiasa terpaksa harus dikerjakan sendiri. Peningkatan aktivitas mendadak seperti ini beresiko menimbulkan resiko nyeri pinggang, nyeri lutut ataupun nyeri di kaki terutama di tumit. Mungkin tingginya angka pekerja kantoran yang ditinggal mudik pembantunya berbanding lurus dengan kejadian nyeri tersebut.

Nyeri tumit yang paling umum disebabkan oleh plantar fasciitis. Kondisi ini terjadi karena adanya microtrauma berulang pada struktur jaringan ikat penopang lengkungan kaki. Sehingga terjadi iritasi dan inflamasi yang menimbulkan nyeri. Masalah yang timbul akibat nyeri tumit ini adalah pasien berjalan dengan timpang atau hanya menginjakkan bagian depan kaki saja. Bila ini terjadi, titik tumpu berat badan tubuh akan berpindah bukan di tempat semestinya. Ujung-ujungnya timbul efek domino dimana lutut, panggul dan pungguh bawah beresiko mengalami cedera.

Plantar fascia sendiri sebenarnya adalah jaringan ikat di bagian bawah kaki yang berguna sebagai peredam kejut tubuh ketika menopang berat badan dan alat pengungkit yang membantu proses berjalan (windlass mechanism).

Pendapat umum di masyarakat tentang nyeri tumit adalah tulang tumbuh atau bone spur atau heel spur. Pendapat ini tidak bisa dikatakan benar. Setiap 1 dari 10 orang normal memiliki bone spur, tetapi hanya 1 dari 20 orang dengan nyeri tumit memiliki bone spur. Dari fakta ini penyembuhan plantar fasciitis bisa dilakukan tanpa mengobati atau membuang bone spur.

Plantar fasciitis lebih sering terkena pada wanita usia produktif; pada orang-orang yang banyak pekerjaannya berhubungan dengan berdiri-berjalan; peningkatan berat badan atau obesitas; peningkatan aktivitas sesaat; olahraga yang banyak lari dan lompat; berjalan atau berlari di atas permukaan tanah yang tidak rata; otot betis yang ketat; kaki rata atau sebaliknya kaki dengan lengkungan (arch support) yang tinggi.

Bentuk kaki yang tidak normal, adanya nyeri di tempat lain atau penurunan berat badan dan nafsu makan disertai nyeri di malam hari memerlukan evaluasi dokter lebih lanjut.

Pasien sering kali datang dengan keluhan nyeri di tumit sesudah beberapa langkah pertama setelah bangun pagi atau setelah tidak beraktivitas lama, nyeri kemudian hilang beberapa saat bila dipaksa berjalan terus dan kemudian nyeri akan timbul lagi setelah berjalan lebih jauh. Nyeri timbul bukan pada saat beraktivitas melainkan timbul sesudahnya.

Yang bisa dilakukan bila Anda mengalami nyeri tumit seperti ini adalah:

  • Istirahat atau kurangi aktivitas berdiri-berjalan.
  • Pemberian es di tumit yang nyeri; Anda bisa menggulirkan minuman kaleng dingin di atas kaki dengan tujuan mengurangi nyeri sekaligus peregangan kaki.
  • Obat penghilang nyeri yang dijual bebas. Penggunaan di atas 2 minggu memerlukan pengawasan dokter.
  • Gunakan alas kaki walaupun di rumah tetapi hindari penggunaan sandal jepit
  • Heel pad (insole) –bantalan khusus di tumit yang dijual bebas.
  • Pastikan alas kaki Anda beralas empuk dan jarak antara sol depan dan belakang tidak lebih dari 3cm saja.

Bila sudah tidak begitu nyeri sebaiknya dilakukan peregangan pada otot betis dan fascia  (cara lihat gambar). Lakukan masing-masing 20 kali sehari 2 kali dengan setiap peregangan selama 20 detik. Anda bisa melakukan peregangan dimana saja dan kapan saja. Makin sering makin baik.

Peregangan otot betis. Kedua tangan bersandar di tembok dan usahakan lutut tetap lurus dan tumit menyentuh lantai seutuhnya.

Peregangan otot betis. Menggunakan media tangga. Anda juga bisa menggunakan handuk untuk membantu peregangan.

Plantar fascia stretching. Dorong jari-jari kaki ke arah atas menggunakan tangan.

Toe curls. Tekuk jari-jari kaki di ujung buku tebal atau tangga ke arah bawah kemudian luruskan kembali, ulangi selama 2 menit dan lakukan 2 kali sehari.

Bila Anda pergi ke dokter, akan dilakukan pemeriksaan fleksibilitas otot betis, lingkup gerak sendi pergelangan kaki, memastikan bukan penyakit reumatik dan keretakan tulang tumit. Mungkin dokter juga akan menganjurkan pemeriksaan rontgen dan mungkin juga USG bahkan MRI walaupun jarang.

Pengobatan dokter akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Penggunaan night splint, injeksi steroid atau rich platelet, penggunaan taping dan ESWT (extra corporeal shock wave therapy).

Bila dalam 12 bulan pengobatan konservatif tidak memberikan perbaikan, dokter mungkin menganjurkan dilakukannya pembedahan.

Cegah nyeri tumit dengan rutin melakukan peregangan betis dan kaki.

Semoga membantu.

Referensi:

  1. http://www.uptodate.com/contents/plantar-fasciitis-and-other-causes-of-heel-and-sole-pain?source=search_result&selectedTitle=1~15#H3
  2. http://emedicine.medscape.com/article/827468
  3. http://orthoinfo.aaos.org/topic.cfm?topic=a00149
  4. http://emedicine.medscape.com/article/86143

Diakses pada tanggal 30 Agustus 2011.

About these ads