Seorang ibu mengeluh kalau anak perempuannya yang berusia 2 tahun sering terjatuh sendiri ketika berjalan cepat – berlari. Sampai-sampai anak tersebut mempunyai kotak P3K pribadi.

Waktu ditanya riwayat keturunan, kehamilan dan persalinan semuanya tidak ada masalah. Anak tersebut juga tidak pernah ada riwayat cedera, infeksi berat dan penyakit lainnya. Status gizi anak itu baik walau sedikit gemuk. (bb: 15kg)

Anak ini mampu berjalan dan tidak tampak nyeri waktu berjalan. Kemungkinan masalah bisa saja terletak di saraf, otot ataupun tulang. Ditanya lebih lanjut ke gejala epilepsi (ada jenis epilepsi yang gejalanya bukan kejang) ortunya menyangkal.

Anak ini pun mampu melakukan kegiatan-kegiatan yang selayaknya dilakukan anak usia 2 tahun lainnya. Tidak ditemukan adanya kelainan motorik.

Yang menjadi masalah anak sering terjatuh dan ketika berjalan seperti tidak stabil. Ketika diminta berdiri tampak bahwa jempol kakinya mengarah ke dalam dan lututnya X  dengan tempurung lutut menghadap ke arah dalam. Ketika diminta berjalan, anak ini tidak menunjukkan raut wajah nyeri. Dari belakang, tulang panggulnya pun tidak turun ke bawah saat kaki sisi sebelahnya melangkah. Besar otot paha-betis pun simetris antara kanan dan kiri.

Kemudian ditanyakan apakah anak ini sering duduk di lantai dengan posisi W atau duduk di lantai bersila seperti orang Jepang; sang ibu mengiyakan.

Dari semua data di atas disimpulkan anak tersebut mengalami gangguan berjalan yang disebut in-toeing gait.

Apakah in-toeing itu?

Banyak orang berjalan dengan jari kaki – kaki mengarah lurus ke depan atau ke luar, tetapi pada anak-anak sering ditemukan gaya berjalan dengan jari kaki-kaki mengarah ke dalam. Gaya berjalan (gait) ini disebut sebagai in-toeing.

Apakah ini penyakit serius?

In-toeing biasanya tidak menyebabkan masalah serius. Bahkan sebagian besar kelainan ini akan menghilang sendiri tanpa terapi apa- apa. Hanya sebagian kecil yang memerlukan pengobatan. Karena itu jarang sekali ditemukan orang dewasa dengan kelainan ini.

Masalah apa yang akan ditemui?

Pada awalnya masalah yang akan ditemui orang tua adalah anak sering jatuh saat mulai berlari. Anak terjatuh karena kaki tersandung kaki sebelahnya pada saat melangkah dengan cepat. Mungkin juga orang tua mengalami kesulitan saat mencari sepatu yang pas dikarenakan lengkungan kaki yang berbeda dengan kaki normal.

Anak-anak dengan kelainan ini tidak mengalami masalah untuk melompat, berlari ataupun aktivitas layaknya anak-anak pada umumnya. Kelainan ini tidak menyebabkan peradangan sendi, pengapuran lutut atau  gangguan tulang lainnya.

Bila orang tua merasa kelainan kaki pada anak tidak juga membaik, sebaiknya dibawa ke dokter. Tetapi sekali lagi, jarang sekali kelainan ini menetap sampai dewasa. Tidak ada satu pengobatan yang terbukti dapat mengobati kelainan ini lagipula akan hilang sendiri seiring pertumbuhan anak tersebut.

Apa penyebabnya?

  • Internal tibial torsion

Kondisi ini paling sering ditemui pada anak dibawah 2 tahun (1-3tahun). Tulang betis merupakan tulang yang paling sering mengalami puntiran disebabkan karena posisi bayi pada saat masih dalam kandungan. Orang tua biasanya menyadari kelainan ini pada saat anak sedang mulai belajar berjalan. Biasanya akan hilang sendiri dalam waktu 6-12 bulan semenjak anak berjalan. Tapi pada yang menetap, biasanya baru akan hilang pada saat anak mulai masuk usia sekolah, yaitu usia 6-8 tahun.

Perhatikan tulang paha terpuntir ke arah dalam

  • Persistent anteversion of the femoral neck

Kondisi ini paling sering ditemui pada anak usia 2-4 tahun. Semua bayi terlahir dengan kecenderungan tulang paha terpuntir ke arah dalam. Kondisi ini akan menghilang dengan sendirinya pada saat anak berusia 9-10 tahun (lebih lambat dari internal tibial rotation). Pada kasus tertentu, kompensasi bisa saja terjadi dimana tulang betis terpuntir ke luar. Pada kondisi ini akan didapati gangguan secara kosmetik. Tempurung lutut terputar ke arah dalam (squinting patella syndrome; squint: juling). Pada kasus yang sangat jarang, paha tidak bisa berputar ke luar sama sekali; pada kasus ini pengobatan – operasi harus dipertimbangkan.

Perhatikan tulang betis terpuntir ke arah dalam
  • Metatarsus adductus

Kondisi ini sering ditemui pada saat anak berusia 3-10 tahun.

Tulang jari kaki (metatarsus) yang mengarah ke dalam (adductus) disebabkan karena posisi kaki pada saat masih di dalam rahim, tetapi ada juga yang mengatakan karena aktivitas berlebih dari otot kaki sisi dalam (m.abductor hallucis). Bila anda berkonsultasi ke dokter, akan diajarkan bagaimana meregangkan otot-otot kaki supaya lurus.

Ada pendapat bila setelah usia 6 bulan tetap saja tidak lurus atau kemajuan hanya sedikit, sebaiknya diterapi dengan penggunaan sepatu khusus, menggunakan bracing atau pemasangan gips. Bila tidak sempat diterapi, hal ini tidak akan menyebabkan nyeri atau mempengaruhi kemampuan berjalan dan berlari. Yang menjadi gangguan adalah kesulitan mencari sepatu. Alasan inilah yang menjadi alasan terapi. Tetapi secara statistik 9 dari 10 bayi akan sembuh sendiri tanpa terapi.

Tulang kaki bagian depan mengarah ke dalam

Bagaimana pengobatannya?

Sekali lagi pengobatan apapun tidak terbukti dapat mengobati kelainan ini. Lagipula akan kondisi ini akan hilang sendiri saat anak makin aktif seiring penambahan usia.

  • Cegah anak (terutama anak perempuan) duduk di lantai dengan “W sitting position”. Usahakan supaya mereka duduk di kursi tanpa menyilangkan kaki.

Hindari posisi duduk seperti ini!

  • Jangan biasakan anak tidur dengan posisi telungkup, apalagi telungkup dan menyilangkan kaki seperti posisi sujud.
  • Dukung anak untuk terus beraktivitas, bantulah anak untuk berdiri setelah jatuh, dan usaplah dengan lembut bagian yang sakit sampai anak berhenti menangis.
  • Usahakan tempat bermain yang lapang, tidak banyak barang-barang di lantai, dan gunakan karpet atau karpet mat yang empuk.

INGAT!

  • Mayoritas anak dengan in-toeing tidak membutuhkan pengobatan.
  • Kelainan ini akan hilang dengan seiring pertumbuhan anak.
  • Bila kelainan ini menetap dan mengganggu penampilan, pengobatan operasi bisa diberikan.
  • Hindari gaya duduk dan posisi tidur yang tidak baik

The law of nature, there is time for everything! -anonym-

About these ads